Blue Black And White (MY HOUSE) #3
Cast:
Taecyeon 2pm as Ok Taecyeon
Dinda Diani Oktizen as Hong Song Yi
Nichkhun 2pm as Hong Nichkhun
Mia Rosiyah Horvejkul as Song Haneul
Kang Ha Neul as Kang Seol Chan
Other Cast:
Song Jong Ki as Lee Young Jae
Firda Nur Shownu as Bae Hyorin
Kim Woo Bin as Kim Woo Bin
Nur Safitri Chici WangOk as Jang Hara
Byun Baek Hyun (exo) as Jang Baek Hyun
***
Hong song yi, gadis yang sedang menarik koper itu memutuskan untuk pergi dari bandara karena taecyeon tidak juga menjemputnya apalagi membalas pesannya. Dia menghentikan langkah didepan sebuah apartemen. Sesaat song yi menatap pintu itu dengan tatapan sebal seakan mengatakan bahwa 'kau akan mati' pada si pemilik kamar. Lalu dia menekan bel. Namun tidak ada jawaban. Song yi mengulanginya lagi namun tetap tidak ada jawaban.
"Ok Taecyeon-ssi ini aku.." kata song yi pada layar sensor yang ada dipintu.
Beberapa detik kemudian masih tidak ada jawaban. "Apa dia sedang tidak ada dirumah?"
Dreett.. Drett..
Song yi mengambil ponselnya dari tas kecil yang sedari tadi menggantung di pundaknya.
"Kau dimana? Tunggu aku jangan kemana-mana"
Song yi menjebikkan bibirnya ketika membaca balasan pesan dari karyawan ayahnya itu. Dia terlihat sebal karena taecyeon telat membalas pesannya. Lagipula sekarang dia sudah tidak dibandara lagi.
"Kemana saja kau tadi, kenapa baru membalasnya sekarang" gerutu song yi. Dia tidak ada niatan untuk membalasnya. Song yi kembali menyimpan ponselnya.
Apa yang harus dia lakukan sekarang? Pulang ke rumah sepertinya untuk saat ini sangat tidak memungkinkan. Menghubungi kakaknya juga tidak mungkin. Bisa-bisa song yi dimarahi Nichkhun karena pulang lebih awal dari waktu yang ditentukan. Menghubungi Young Jae juga tidak mungkin, mengingat kakak sepupunya yang satu itu tidak bisa diandalkan. Dan satu-satunya tempat pelarian song yi hanyalah tempat ini dan Ok Taecyeon.
Song yi iseng membuka password apartemen taecyeon dengan memasukan angka "212712" dan hasilnya dia terperangah sendiri. Taecyeon masih belum mengganti password itu. Tanggal 21 adalah tanggal lahir song yi, 27 tanggal lahir taecyeon dan 12 adalah bulan lahir mereka.
"Uh? Kenapa dia belum menggantinya?" heran song yi.
Saat song yi masih SMA dan waktu itu taecyeon masih bekerja sebagai supir pribadinya. Song yi sangat sering keluar masuk tempat ini. Dan password itu dia sendiri yang membuatnya. Tapi kenapa taecyeon tidak menggantinya? Apa dia menganggap serius candaan song yi? Tapi kan dulu song yi hanya bercanda.
Masa bodolah, saat ini bukan waktunya untuk heran atau bingung. Song yi bisa menanyakannya nanti, yang penting saat ini dia bisa istirahat dan tidur. Song yi membuka pintu dan sedikit kesulitan saat membawa kopernya masuk.
"Apa-apaan ini?"
Song yi kembali dibuat terperangah melihat keadaan kamar apartemen taecyeon yang super duper berantakan. Dia terlihat syok melihat kaleng bekas minuman dan plastik bekas makanan berserakan dimana-mana. Belum lagi pakaian kotor dan pakaian bersih yang tercampur menjadi satu.
Perasaan dirinya juga seorang gadis tapi dia tidak seberantakan ini. Song yi tidak sejorok ini dan Taecyeon benar-benar sangat jorok. Song yi hampir menangis melihatnya saking merasa jengkel dengan kelakuan orang ini. Dari dulu kelakuannya masih sama.
"Aku rasa saat ini tuhan sedang mengutukku"
Mau tidak mau. Suka tidak suka song yi harus membereskannya. Dia menaruh koper dan tasnya lalu mulai membenahi ruangan itu. Sebenarnya orang macam apa Ok Taecyeon ini?!
***
"Direktur Hong, tunggu sebentar...."
Kim woo bin memanggil Nichkhun yang hendak memasuki lift. Membuat Nichkhun menoleh dan menatapnya tak suka begitu mengetahui yang baru saja memanggilnya adalah Kim woo bin.
"Wae?" Dingin Nichkhun tanpa menoleh woo bin. Dia sangat malas bertatap muka dengan orang ini.
Woo bin hanya tersenyum kecil, tersenyum penuh arti melihat Nichkhun yang begitu angkuh dihadapannya. "Senang bertemu langsung denganmu ssajangnim" sapanya.
"Langsung saja tak usah basa-basi.." Nichkhun mendelik woo bin sekilas lalu kembali membuang pandangannya.
"Ahh maaf, aku lupa kau orang yang angkuh" kata woo bin sengaja memancing emosi Nichkhun. "Aku hanya ingin memberikan undangan ini untukmu" lanjut woo bin.
Woo bin memberikan undangan itu pada Nichkhun. Undangan pernikahannya dengan Hara. "Aku dan Hara akan segera menikah dan kami sangat mengharapkan kehadiran anda direktur Hong"
Woo bin menyeringai penuh kemenangan melihat wajah Nichkhun yang mulai merah padam. Kau kena Nichkhun.
"Kau pikir dirimu sedang bercanda dengan siapa?!"
Nichkhun menarik kerah kemeja Woo bin dan menatapnya penuh amarah. Dia begitu emosi. Sementara Woo bin tak bergeming, dia terlihat tenang menanggapinya. Pancingannya berhasil.
Woo bin kembali tersenyum kecil, tentu saja itu adalah senyum ejekan. "Aku tau, kau.. Seorang Hong Nichkhun. Dan aku sedang tidak bercanda, aku serius!". Woo bin balas menatap tajam Nichkhun.
BRUKK..
Nichkhun menghempaskan tubuh Woo bin kasar hingga terbentur dinding kali ini dia sudah benar-benar habis kesabaran. Atmosfer mendadak memanas. Woo bin yang tadi bersikap tenang pun saat ini sama memanasnya seperti Nichkhun.
" Aku tidak butuh undanganmu.."
Nichkhun melemparkan undangan itu kasar kearah Woo bin. Seandainya ini bukan kantor mungkin Nichkhun sudah menghabisinya. Nichkhun menekan tombol lift dan menghilang dari pandangan Woo bin.
"Game baru saja dimulai Hong Nichkhun.." pekik Woo bin.
***
Di dalam mobil, pikiran Nichkhun benar-benar berkecamuk. Baru saja Hara mengiriminya pesan, dia baru saja kembali dari Kanada. Tidak mungkin Hara menghianatinya. Mereka berdua sudah punya janji. Janji akan terus bersama-sama.
Tapi undangan itu. Undangan yang dibawa Kim Woo Bin benar-benar membuat pikirannya tidak tenang. Apa Hara serius akan menikah dengan Kim Woo Bin? Lalu hubungan macam apa yang mereka jalin selama ini? Apa Hara diam-diam selingkuh dengan Kim Woo Bin?
Tidak Nichkhun. Kau jangan berpikir yang macam-macam. Kau akan bertemu dengannya. Bukankah kau sangat ingin bertemu dengannya?. Jangan rusak pertemuan pertama kalian kali ini. Bukankah kau sangat merindukan gadis itu. Kau harus percaya pada Hara. Ya, kau harus percaya pada Hara. Dia tidak mungkin menghianatimu.
"Arrrggghhhh... Mati kau Kim Woo Bin"
Nichkhun memukul setir kemudi, dia melampiaskan amarahnya didalam mobil. Kali ini dia tidak akan membiarkan Kim Woo Bin. Nichkhun menambah laju kecepatan mobilnya menuju restoran tempat dia janjian dengan jang Hara.
Nichkhun menyunggingkan senyuman kecil, melihat seorang gadis yang sedang menunggunya disalah satu meja restoran. Gadis yang selama 5 tahun ini tidak bertemu dengannya. Ada perasaan rindu yang saat ini memenuhi seluruh rongga dadanya.
"Bogoshipo Jang Hara.."
Nichkhun menghampiri Hara dan memeluk gadis yang sedang duduk itu dari belakang. Hara menolehnya dan menghela nafas lega begitu mengetahui Nichkhun telah tiba.
"Nado Khun-a.." jawab Hara mengusap lembut tangan Nichkhun yang berada dipundaknya.
Nichkhun melepaskan pelukannya dan menarik salah satu kursi yang berhadapan dengan Hara. Dia duduk disana, duduk dihadapan Hara. Menatap wajah gadis itu lekat.
"Berhenti terus memandangiku khun-a.." tegur Hara tersipu malu.
"Wae? Aku sangat merindukan kekasihku. Apa salah jika aku ingin memandanginya emh..?" sahut Nichkhun. Hara kembali dibuat malu.
"Khun-a sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan denganmu.." kata Hara. Belum selesai Hara bicara Nichkhun sudah memotongnya.
"Aku sudah tau, kau sangat mencintaiku. Itukan yang ingin kau katakan" Nichkhun membuka buku menu dan memilih-milih makanan.
Hara terdiam memandang pemuda yang tengah duduk dihadapannya. Dia ingin mengatakan tentang hubungannya dengan Woo bin selama ini. Tapi melihat Nichkhun yang sepertinya sedang bahagia, Hara jadi tak tega mengatakannya.
"Chagiya kau ingin makan apa?" tanya Nichkhun.
Hara menyunggingkan senyuman kecil. "Apa saja terserah kau.." jawabnya.
Nichkhun manggut-manggut mendengarnya. Dia memanggil pelayan dan memesan menu nomer 2. Dia sangat hapal jika Hara sangat menyukai Seafood jadi dia memesan menu itu.
Beberapa menit kemudian, pelayan datang membawa pesanan mereka. Hara semakin merasa tak enak melihat Nichkhun yang semakin baik padanya. Tapi jika dia terus menyembunyikan hubungan dengan Woo bin itu akan membuat dia semakin merasa tak enak juga.
"Hara mokgosoyo..." kata Nichkhun membuyarkan lamunan Jang Hara.
"Ahh Ne.. Mokgosoyo.."
[Biar tambah ngena coba deh sambil dengerin lagunya Wedding dress-Taeyang / Davichi-This Love 😂]
Hara tidak makan. Dia masih bingung harus memulainya dari mana. Hara tidak ingin menunggu lagi. Dia akan mengatakannya sekarang. Dia sudah siap menanggung kemungkinan yang akan terjadi. Mungkin setelah ini dan seterusnya Nichkhun akan sangat membencinya.
Hara mengambil sesuatu dari tas nya, dengan ragu dia menaruh undangan itu didepan Nichkhun. "Khun-a sebenarnya aku ingin memberikan ini untukmu"
Tap...
Nichkhun menaruh sendoknya diatas piring. "Tidak bisakah kau menunggu sampai kita selesai makan" kata Nichkhun dingin.
Dia tidak menoleh Hara sedikitpun. Tanpa menoleh pun Nichkhun sudah tau benda apa yang diberikan oleh Hara. Atmosfer disekelilingnya terasa membeku. Hatinya terasa beku. Nichkhun mengepalkan tangannya mencoba menetralisir emosinya.
"Mianhae Nichkhun.. Aku minta maaf" suara Hara terdengar gemetar. Gadis itu sedang berusaha menahan tangisnya agar tidak pecah.
"Mianhae katamu.." Nichkhun tersenyum getir. Lalu dia menatap gadis itu. Menatap dengan tatapan dingin dan menusuk.
Dia baru saja kehilangan secercah harapannya. Dan gadis itu dengan mudahnya mengatakan 'maaf'. Mata Nichkhun mulai dipenuhi kerlap-kerlip kunang-kunang melihat Hara mulai menghindari tatapan matanya. Dia memang seorang pria, tidak pantas bagi seorang pria untuk menangis. Perduli apa dengan kalimat itu. Toh tidak akan ada yang merasakan sesakit apa hatinya saat ini.
"Tidak bisakah kau tetap berada disampingku. Apa tidak bisa kau putuskan Kim Woo Bin? Kenapa kau lakukan ini Jang Hara? Kenapa?" Amuk Nichkhun.
Hara hanya bisa menundukan kepalanya, tangisnya kali ini benar-benar pecah. Hara merasa menjadi satu-satunya wanita terjahat. "Mianhae Khun-a..." Lagi-lagi hanya kalimat itu yang keluar dari mulutnya.
"Kenapa dari tadi kau hanya mengatakan maaf Hara-ya.. Bukan itu yang ingin ku dengar darimu"
Nichkhun mulai menjambak rambutnya frustasi. Dia ingin bersikap tenang dan menyelesaikan ini dengan hati dingin. Tapi dia tidak bisa, ini terlalu menyakitkan.
"Aku tidak bisa lagi bersamamu khun. Minggu depan aku akan menikah dengan woo bin. Aku mohon lepaskan aku dan lupakan aku khun-a. Anggap ini sebagai permohonan terakhir dariku. Lupakan aku..."
Hara bangkit dari tempat duduknya. Dia tidak bisa lagi berada di tempat ini. Hatinya hanya terasa semakin sesak jika terus bertatapan dan melihat pemuda itu.
Krep..
Langkah Hara terhenti saat Nichkhun memeluknya dari belakang. Air mata kembali membasahi wajahnya. Bahkan kali ini Nichkhun ikut menitikan air matanya.
"Aku mohon Hara.. Aku mohon.. Kkajima. Aku mencintaimu Jang Hara, jangan tinggalkan aku"
Keputusan Hara sudah bulat. Dia melepaskan rangkulan tangan Nichkhun dari tubuhnya. Perpisahan adalah yang terbaik untuk mereka berdua.
"Aku tidak bisa, maafkan aku"
Nichkhun menatap nanar punggung Hara yang mulai menjauh dari pandangannya. Nichkhun menghempaskan tubuhnya lemas. Dia terpaku dengan keputusan Hara. Apa semuanya telah berakhir? Apa mereka sudah benar-benar putus sekarang?
***
Taecyeon merasa lelah. Sudah lama ia tidak pulang ke apartemennya. Selama beberapa hari ini dia terlalu sibuk pulang pergi kantor dan rumah sakit sampai-sampai dia tidak memiliki waktu untuk mengurus rumahnya. Belum lagi Song yi yang mendadak menghilang semakin menambah pekerjaannya saja.
Terdengar pintu rumah taecyeon dibuka dari luar, oleh siapa lagi jika bukan oleh pemiliknya. Taecyeon mematikan alarm dan menukar sepatunya dengan sandal lantai.
Taecyeon merasa ada yang aneh dengan rumahnya. Lampu mendadak ada yang menyalakan dan rumahnya mendadak rapih dan bersih. Apa petugas kebersihan yang membersihkannya? Tapi kan dia sudah meminta mereka agar tidak melakukannya. Lalu siapa?
Taecyeon melihat ada koper dan sepatu kets wanita dirumahnya. Apa dia yang melakukannya? Taecyeon memasuki rumahnya untuk mencari orang itu. Dan benar saja dugaannya.
Song yi tertidur di sofa, dia terlihat sangat lelah seharian ini membersihkan ruangan apartemen taecyeon yang cukup luas. Belum lagi penerbangan dari jerman ke korea yang lumayan jauh semakin membuatnya kelelahan dan tertidur pulas.
"Ya..."
Taecyeon mengurungkan niatnya. Ia merasa kasihan membangunkan song yi. Anak ini pasti sangat kelelahan pikirnya. Taecyeon beranjak menuju dapur dan mengambil air dingin dari kulkas. Ini sudah jam 9 malam. Mengingat kulkas dirumahnya kosong, Taecyeon yakin pasti Hong Song Yi belum makan.
Taecyeon kembali memasukan botol air dingin kedalam kulkas. Kemudian dia menggendong song yi dan memindahkannya ke kamar. Ia menidurkan song yi di tempat tidurnya lalu menyelimuti gadis itu.
Taecyeon beranjak menuju lemari dan mengambil pakaian ganti dan pergi dari kamarnya. Apartemen taecyeon hanya punya satu kamar jadi otomatis malam ini dia akan tidur disofa ruang tengah.
-TBC-
☺apalah ini 😂 kurasa ini part tergaje hehe. Akhirnya selesai juga part 3 nya. Jeongmal gumawo buat para readers yang udah nyempetin baca. Mohon dimaklumi ini ff penulisnya masih amatiran. Jadi masih banyak yang harus dikoreksi. Janji deh kedepannya bakal lebih diperbaiki lagi.
Yoreobun jjaljayo.. tto annyeong ✋😊
|Diani Oktizen|
Komentar
Posting Komentar