Blue Black And White (MY HOUSE) #2
BLUE BLACK AND WHITE (MY HOUSE)
Author: Diani Oktizen
Taecyeon 2pm as Ok Taecyeon
Dinda Diani Oktizen as Hong Song Yi
Mia Rosiyah Horvejkul as Song Haneul
Nichkhun 2pm as Hong Nichkhun
Kang Ha Neul as Kang Seol Chan
Other cast:
Song Jong Ki as Lee Young Jae
Firda Nur Shownu as Bae Hyorin
Kim Woo Bin as Kim Woo Bin
Nur Safitri Chici WangOk as Jang Hara
Byun Baek Hyun as Jang Baek Hyun
{Part 2}
****
"Dia seperti biru yang selalu terlihat cerah ceria, hatinya seputih salju. Tidak mungkin dia bisa bersama seseorang yang memiliki hati gelap seperti warna hitam. Bisakah biru dan hitam menyatu dan membentuk warna putih?."
Lalu lintas kota seoul mendadak macet tidak seperti biasanya. Banyak pengendara yang mengeluh karena macet tidak kunjung lancar. Menurut kabar yang didengar ada kecelakaan beruntun dipertigaan. Mereka tidak bisa memutar arah karena ini satu-satunya jalan utama menuju ke kantor mereka.
"Hey polisi sialan.. Apa kau akan membuat kami terus seperti ini"
"Pekerjaanku dikantor sudah menunggu"
"Manusia bodoh mana yang membuat kekacauan dipusat kota"
"Memang seharusnya pengacau seperti dia meninggal"
Keluhan-keluhan dari para pengendara terdengar begitu jelas, suhu kota mendadak begitu memanas. Tapi tidak bagi pria yang sedang duduk santai sambil bermain game didalam mobilnya itu.
"Mereka sangat berisik. Apa mereka pikir hanya mereka saja yang memiliki kesibukan" celoteh Lee Young Jae tanpa bergeming sedikitpun dari layar ponselnya.
Lee Young Jae mungkin satu-satunya manusia tersantai di muka bumi ini. Mau dalam keadaan apapun dia selalu bersikap santai. Hidupnya tidak pernah serius meski dia memegang jabatan direktur di MY HOUSE DEPARTEMENT STORE.
"Berhenti bermain game dan sebaiknya kau mencari taksi atau kendaraan lain agar cepat sampai ke kantor" saran Jin Goo yang sedang memegang setir.
Jin Goo adalah sekertaris sekaligus supir pribadi young jae. Kemanapun young jae pergi dia selalu mengikutinya. Meski terkadang young jae selalu sebal padanya karena apapun yang dilakukan young jae, jin goo pasti selalu melaporkan pada ibunya. Bisa dibilang jin goo ini kaki tangan Nyonya Hong.
Mendengar teguran jin goo, young jae langsung menghentikan aktivitasnya dan beralih menoleh jin goo sambil mengerucutkan bibirnya. Bukan marah, tapi dia sedang berpikir.
"Kendaraan lain? Hmm.. Menurutmu apa ya kira-kira?" young jae kembali berpikir. Kendaraan apa yang akan dia tumpangi menuju ke kantornya.
"Apa saja yang penting nyonya hong tidak kembali memarahimu. Cepatlah pergi rapatnya sebentar lagi dimulai" ucap jin goo
Young jae melihat seseorang sedang mengendarai motor tidak jauh dari mobilnya. Young jae punya ide, ia tersenyum merencanakan sesuatu. Young jae langsung membuka pintu mobilnya. Jin Goo merengut aneh padahal dia yang menyarankan young jae agar pergi ke kantor lebih dulu.
Young jae mengetuk kaca mobil dari luar menyuruh jin goo untuk menurunkannya.
"Aku akan naik ojek, sampai bertemu dikantor.." ucap young jae. Dasar aneh padahal bisa kan dia bicara di dalam saja.
"Jangan buat masalah. Kau harus pergi ke kantor" kata jin goo saat young jae melenggang pergi. Young jae menoleh sambil membulatkan jarinya membentuk huruf 'O' .
"Ku harap dia tidak membuat masalah lagi.., apa yang dilakukannya" jin goo tercengang melihat young jae menghampiri seorang pengendara motor. Mereka terlihat sedang negosiasi, sekilas mereka terlihat ribut kecil namun tidak lama kemudian si pengendara itu menyetujuinya dan membonceng young jae menuju kantor MY HOUSE.
***
Bae Hyorin berhenti dilampu merah. Dia melihat kemacetan parah disekelilingnya dan mendengar sumpah serapah dari beberapa pengendara. Dia heran, mereka pasti seorang sarjana dan mobil yang mereka tumpangi juga mewah tapi kenapa bahasa yang mereka gunakan itu tidak sesuai dengan tampilannya. Apa pantas seseorang yang berpendidikan mengucapkan kata-kata kasar dan menyumpahi mati pada orang lain?.
Beruntung dia mengendarai motor jadi dia tidak harus ikutan macet-macetan disini. Dia masih bisa menyelip kendaraan yang lain. Dan lagi pula sekarang dia berada dijalur yang berbeda, jalan yang diambilnya lancar. Jadi Hyorin hanya geleng-geleng kepala menanggapinya.
Jam sudah menunjukan pukul 8.30 dia yakin pasti jam kuliahnya sudah setengah berlangsung. Pergi ke kampus juga tidak akan keburu jadi hyorin memutuskan untuk pergi ke starbucks saja.
"Ajussi... Antarkan aku ke gedung My House. Aku akan bayar dua kali lipat asal kau mau mengantarku"
Seorang pria aneh menghampirinya, meminta hyorin mengantarnya ke gedung My House. Hyorin mendeliknya karena pria itu memanggilnya ajussi, apa orang itu tidak bisa melihat dengan jelas.
"Berapa pun yang kau minta, aku sedang buru-buru" kata pria itu akhirnya dan ujug-ujug dia duduk diboncengan hyorin.
Hyorin mendengus kasar dan langsung melajukan motornya begitu lampu berubah hijau. Entah apa yang direncanakannya. Dia mengantarkan Lee Young Jae pria yang di bonceng Hyorin menuju gedung My House.
15 menit berlalu
Young jae buru-buru turun dari motor Hyorin dia berasa ingin muntah gara-gara Hyorin mengendarai motornya seperti orang kesetanan.
"Apa kau mau membunuhku ha.. Ajussi.." marah young jae merutuki hyorin.
Hyorin kesal mendengar young jae terus memanggilnya ajussi. Dia melepas helm yang sedari tadi menutupi wajahnya dengan kasar. "Berhenti memanggilku ajussi! Apa kau tidak lihat? Mana bayaranku?" pinta Hyorin galak sambil mengulurkan tangannya.
"Ha? Kau seorang gadis.." kaget young jae. Semburat bingung terpancar jelas dari wajahnya.
Hati kecilnya berkata, mana ada seorang gadis mengendarai motor sekasar tadi. Dan lihatlah penampilannya astaga. "Aku pikir kau seorang ajussi" lanjutnya
"Ajussi pala lu.. Cepat berikan bayaranku" desak hyorin.
"Araseo.. Tidak usah nyolot begitu. Berapa yang kau mau?" tanya young jae.
"O baek.." jawab hyorin santai tak menghiraukan perubahan ekspresi dari orang dihadapannya.
"Apa? Berapa yang kau minta?" young jae melotot kaget.
"O baek.." ulang hyorin cuek "aku bilang lima ratus ribu won" lanjutnya kembali sambil menyodor-nyodorkan tangannya.
"O baek..?!!" kesal young jae "kau ini niat nolong atau mau melakukan pemerasan. Lima ratus ribu won bukan uang yang sedikit, apa kau pikir aku bodoh? Asal kau tau dari pertigaan menuju kantorku tidak mungkin semahal itu harganya"
"Wae? Apa kau tidak punya uang?" ejek hyorin. "Tempat kerjamu semewah ini, penampilanmu keren! Masa kau tak punya uang dengan jumlah itu"
Young jae langsung nyap-nyap dan menudingkan jarinya ke wajah hyorin. "Kau.." dia syok mendengar ejekan dari gadis preman dihadapannya ini.
Hyorin malah meladeninya. Dia mengangkat kepalanya sambil memandang tajam young jae seolah dia sedang menantangnya. Young jae jengah memandangnya. Mereka benar-benar seperti anak kecil.
Presdir Hong meminta taecyeon membawa berkas-berkas yang akan dirapatkan nanti tapi dia lupa membawanya.
Taecyeon pergi ke parkiran untuk mengambil flashthis itu tapi dia malah melihat perdebatan kecil antara young jae dengan seorang gadis, yaitu Bae Hyorin. Taecyeon yang melihatnya langsung geleng-geleng kepala. Lee young jae selalu seperti itu dengan perempuan, pikirnya. Taecyeon tidak tertarik untuk menonton kelanjutannya, ia kembali menutup pintu mobil dan berjalan kembali ke dalam gedung.
"Manajer Ok... Hey manajer Ok Taecyeon kemarilah.."
Taecyeon menghentikan langkahnya saat young jae memanggilnya dan menoleh young jae yang sedang melambaikan tangan padanya.
"Nyonya Wakil presdir sudah menungguku, tolong bantu aku bayarkan ongkos ojekku pada orang ini. Sekarang aku sedang tak memegang uang tunai, tolong ya" ucap young jae.
Taecyeon bermaksud mengangkat suara tapi sekejap saja young jae sudah menghilang dari pandangannya. Alhasil taecyeon mendengus kecil melihat anak itu selalu bersikap seenaknya.
"Berapa yang harus ku bayar?" tanya taecyeon. Hyorin yang malah bengong langsung terkejut.
"Kenapa kau malah terkejut?" taecyeon mengerutkan dahi. Gelagat gadis itu terlihat aneh.
"Ha? Anio" sangkal hyorin memaksakan senyum untuk menyembunyikan rasa terkejutnya.
"Jadi, Berapa hutangnya?"
"Lima ratus ribu.." jawab hyorin asal. Entah apa yang membuatnya seterkejut itu saat melihat taecyeon.
Taecyeon menggeleng-gelengkan kepalanya. "Apa ini cukup?" kata taecyeon dengan wajah datarnya. Taecyeon memberi Hyorin 25.000 won.
"Aku kan minta lima ratus ribu?!" bingung hyorin memandangi uang itu.
"Kau ini tidak pantas menjadi penipu, masih banyak cara lain untuk menghasilkan uang" kata taecyeon terdengar seperti menasehati. Lalu dia pergi dari hadapan Hyorin, meninggalkan hyorin dengan wajah bingungnya.
"Aku bertemu dengannya Haneul..." kata hyorin memandangi punggung taecyeon yang sudah menjauh dari pandangannya. Sekilas semburat sedih menerpa wajahnya tak lama kemudian dia mengedarkan pandangan melihat bangunan MY HOUSE yang tinggi menjulang dihadapannya.
"Aku rasa sekarang dia sudah sukses. Gedung tempat dia bekerja sangat mewah Haneul.."
Hyorin kembali menghidupkan mesin motornya dan berlalu pergi dari gedung itu.
Sesampainya di starbucks, hyorin langsung mengambil laptop milik temannya dan langsung mengepoi MY HOUSE GROUP. Dia benar-benar kepo sekarang.
***
Taecyeon memasuki ruang meeting, disana masih kosong karena memang rapat masih belum mulai. Dia menaruh satu persatu map disetiap meja para dewan dan investor. Taecyeon mengerut saat menemukan nama Kim Woo Bin disalah satu meja. Sejak kapan perusahaan woo bin menandatangani kontrak dengan My House?
"Jangan karena ANGEL TRAVEL minta bergabung kau menjadi besar kepala manajer Ok Taecyeon"
Nichkhun mendadak muncul dan tiba-tiba saja mengatakan hal itu. Taecyeon jelas tidak paham, kebingungan seketika terpancar diwajahnya. Nichkhun tertawa evil menertawakan taecyeon yang menurutnya sok polos.
"Aku yakin kau sudah tau tentang hal ini kan? Kau pasti sedang merencanakan sesuatu dengan kim woo bin" ujar Nichkhun wajah imutnya berubah menjadi tajam.
"Aku tidak mengerti dengan arah pembicaraanmu. Tapi masalah rencana yang kau pikirkan, kau tentu salah. Aku bahkan tidak tau tentang hal ini" jelas taecyeon. Bisa dilihat dia sedang memendam amarahnya.
"Cih, meskipun kau berteman baik dengan kim woo bin, ayahku tak akan mempromosikanmu" Nichkhun bicara tepat dekat telinga taecyeon dan langsung melenggang pergi menuju kursinya karena orang-orang sudah mulai berdatangan ke ruang meeting.
Taecyeon merasa sangat geram karena Nichkhun selalu sensitif terhadapnya. Padahal selama ini taecyeon merasa tidak pernah membuat masalah dengannya. Entah kenapa Nichkhun selalu menganggapnya saingan. Taecyeon sempat khawatir saat Nichkhun mengatakan tentang rencananya, beruntung rencana yang dimaksud Nichkhun adalah tentang jabatan.
Taecyeon hanya penasaran. Apa setelah kim woo bin muncul nanti dia masih bisa seangkuh sekarang? Taecyeon berharap kim woo bin segera muncul dan membawa kejutan itu segera untuk Nichkhun. Agar pria angkuh itu tidak sombong lagi.
***
Sebuah bis angkutan umum melaju dari arah gangnam menuju seoul. Disalah satu kursi, haneul terlihat sedang duduk sambil mengedarkan pandangannya keluar jendela. Sedangkan seol chan terlihat pulas disebelahnya.
Ada senang dan sedih yang menyelimuti hatinya saat ini. Ia senang karena akan kembali ke seoul meninggalkan gangnam yang baginya bagaikan sebuah neraka. Namun ia juga merasa sedih. Meski Gangnam baginya seperti neraka tapi tempat itulah yang dulu telah menolongnya. Ia tidak yakin akan tetap hidup jika tempat itu tidak menolongnya.
Selain itu ada hal yang lebih penting yang menyelimuti pikirannya. Kembali ke seoul hanya mengingatkannya dengan masa lalunya. Masa lalu yang selama ini ingin haneul lupakan.
Pikirannya terlalu melayang jauh hingga tanpa sadar dia meneteskan air matanya.
"Haneul.. Kau menangis?" seol chan terusik dari tidurnya karena sandarannya yang membuat lehernya sakit.
"Aha tidak oppa. Aku pun tidak sadar. Mungkin karena aku mengantuk makanya mataku berair" Haneul tertawa kecil, dia juga tidak sadar kalau air matanya menetes.
Seol chan tidak terlalu mempermasalahkan, dia mengangguk lalu kembali mengambil posisi nyaman untuk tidur. Ini sudah larut malam tentu ia sangat mengantuk.
"Ini sudah larut malam, cepat tidur kalau kau mengantuk" seol chan memejamkan matanya setelah itu dia tidak bersuara lagi.
"Oppa.. Apa kau tidur?" tanya haneul. Tidak ada jawaban.
Haneul memperhatikan wajah seol chan yang sedang tidur dan tersenyum lucu. Wajah pria yang dihadapannya ini memang tampan dan terlihat lucu saat tidur. Bersukur haneul bisa bertemu dengannya. Dia yang selalu menemani dan membantunya dalam keadaan apapun.
"Gumawo seol chan-a aku tidak tau apa yang kau bicarakan dengan seungri. Aku sangat berterima kasih karena kau sudah membawaku pergi. Aku janji akan melakukan apapun untuk membalasnya. Tapi maaf, aku tidak bisa membalas perasaanmu" batin haneul.
Haneul sudah lama tau tentang perasaan seol chan padanya tapi dia memilih untuk pura-pura tidak tau. Haneul tidak ingin merusak hubungan baik mereka. Dia sangat menyayangi seol chan sebagai seorang kakak dan dia tidak ingin merusak hubungan itu.
"Sudahku bilang cepat tidur.." kata seol chan.
Ternyata dia belum benar-benar tidur. Seol chan menarik haneul dan menyandarkan kepalanya di dada bidang miliknya. Haneul awalnya kaget, tapi tidak ada salahnya jika dia mencoba untuk tidur disana.
Mereka terlelap bersama didalam bis yang sedang melaju kencang.
***
Dreeett... Dreettt....
MY HOUSE kembali menggelar meeting kedua dengan para investor melanjutkan meeting kemarin yang sempat tertunda. Ponsel taecyeon bergetar tanda ada panggilan masuk. Rapat masih setengah berjalan jadi taecyeon hanya menolehnya tanpa ada niatan untuk menjawabnya. Getaran itu berhenti Lalu disusul dengan sebuah pesan masuk.
Siapa yang mengiriminya sms? Selain kim woo bin dan sekertaris kwon tidak ada lagi yang tau nomer kontaknya. Selama ini tidak ada orang lain selain mereka berdua yang mengiriminya pesan. Lalu siapa?
Apa dari rumah sakit? Taecyeon langsung melotot kaget saat kata rumah sakit terlintas dipikirannya. Tapi, jika itu dari rumah sakit sepertinya tidak mungkin. Dia baru tadi pagi menjenguk ibunya jadi tidak mungkin jika itu dari rumah sakit. Taecyeon pikir mungkin itu dari orang iseng. Dia mengabaikannya dan menangkup layar ponselnya diatas meja.
Setelah 2 jam berlalu akhirnya rapat selesai juga. Semua orang berlalu dari ruangan termasuk Nichkhun. Nichkhun tersenyum simpul setelah membuka ponselnya seakan sedang menanti sesuatu. Senyumannya begitu cerah. Dia langsung beranjak pergi dengan semangatnya. Entah kemana dia akan pergi.
Kim woo bin yang melihatnya keluar, langsung tersenyum evil. Niat isengnya untuk mengintimidasi Nichkhun muncul. Woo bin juga beranjak dari ruangan. Awalnya dia berniat akan menyapa taecyeon dan mengajaknya makan siang bersama. Tapi tikus dihadapannya lebih menggugah selera. Jadi dia melewati taecyeon begitu saja.
Taecyeon masih belum beranjak dari kursinya dia masih penasaran dengan panggilan yang masuk ke ponselnya tadi.
"Manajer Ok jemput aku sekarang di bandara"
"Ya Ok Taecyeon apa kau mengabaikanku?"
"Mati kau karena sudah mengabaikanku"
Taecyeon mengangkat alisnya saat membaca ketiga pesan dari nomer yang sama sekali tidak ia kenal. Kurang iseng apalagi orang itu pake mengancamnya segala. Dia begitu datar dan dingin menanggapinya bahkan tidak ada niatan untuk membalasnya.
"Kenapa? Apa ada masalah? Kenapa kau belum beranjak dari tempat dudukmu?" tanya sekertaris kwon sedikit membuat taecyeon terkejut.
"Tidak ada ssajangnim. Aku baik-baik saja.." taecyeon tersenyum hangat. Hanya pada sekertaris kwon dia bersikap sehangat ini.
"Tak apa jika kau masih betah diruangan ini" sekertaris kwon menepuk pundak taecyeon. Sekertaris kwon menghela nafas kecil.
"Kenapa? Apa anda sedang mendapat masalah?" taecyeon bisa menyadari kemuraman di wajah ajussi itu. Dia terlihat sedang mengkhawatirkan sesuatu.
"Ini mengenai Nona Song Yi.. Dia kabur lagi dari jerman" kata sekertaris kwon kembali menghela nafas berat.
"Apa presdir sudah tau tentang hal ini?"
"Tidak. Aku belum memberitahunya tapi lambat laun presdir pasti akan tau. Aku tidak tau dimana keberadaan nona Song Yi sekarang, dan itu yang membuatku khawatir"
Taecyeon terdiam. Dia bisa merasakan sebuah beban yang menimpa sekertaris kwon. Gadis itu selalu membuat masalah dan menyusahkan sekertaris ayahnya. Tapi tunggu, jika Hong Song Yi kabur lalu sms itu....
"Ajussi sepertinya aku harus segera pergi" kata taecyeon langsung beranjak dari kursinya. Meninggalkan sekertaris kwon.
"Kau dimana? Tunggu aku jangan kemana-mana"
Taecyeon membalas pesan sambil berjalan. Sepertinya dia tau sesuatu. Taecyeon memasuki mobilnya dan buru-buru menancap gas nya pergi menuju bandara.
-TBC-
ini part 2 nya 😊 ceritanya makin urakan ya 😂
Aku sekalian mau promosi nih😂
Add facebook ini ya:
Dinda Dianj Oktizen
Mia Rosiyah Horvejkull
Firda Nur Shownu
Nur Safitri Chici WangOk
😂 thanks before😂 tto gomawoyo buat yang udah mau baca 😉
-Diani Oktizen- 💗💗
Komentar
Posting Komentar